Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

RAZE (2013)

Film yang memperlihatkan karakter-karakternya harus bertarung satu sama lain sampai mati sudah sangat banyak. Tapi bagaimana jika karakter yang beratrung sampai mati itu adalah wanita? Premis itulah yang membuat Raze jadi sebuah tontonan yang menarik karena disaat film-film serupa yang menampilkan pria-pria macho justru tampil kurang garang dan brutal, Josh C. Waller menjanjikan pertarungan

ROBOCOP (2014)

RoboCop versi Paul Verhoeven yang rilis hampir tiga dekade lalu tentu saja masih diingat sebagai salah satu film klasik yang sanggup menggabungkan unsur action plus sci-fi penuh gore dan kesadisan dengan berbagai satir sosial cerdas yang begitu mengena di zamannya. Bahkan jika dibawa ke masa kini masih ada beberapa satir sosial yang sesuai, bukti bahwa RoboCop memang legendaris. Jadi apakah

BERBAGI SUAMI (2006)

Berbagi Suami atau yang punya judul internasional Love For Share merupakan film Nia Dinata sebagai follow up dari Arisan! yang keren itu. Jadi pertanyaannya jelas apakah Nia berhasil menunjukkan kualitasnya lagi atau tidak, karena setelah apa yang ia hasilkan lewat Arisan! sudah pasti ekspektasi tinggi akan selalu mengiringi film-film berikutnya. Kali ini tidak ada nama Joko Anwar sebagai

GROTESQUE (2009)

Gelar sebagai film torture porn paling populer mungkin dipegang oleh Saw dan Hostel, namun jika bicara yang paling gila dan sadis maka kedua film tersebut sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Grotesque karya Koji Shiraishi. Koji Shiraishi sendiri paling dikenal lewat film horror fund footage super seram berjudul Noroi: The Curse yang bagi saya merupakan film found footage 

BIG BAD WOLVES (2013)

  Film-film Israel mungkin belum terlalu punya nama di perfilman dunia, namun Big Bad Wolves sukses menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Pada awalnya film ini tidaklah terlalu diketahui banyak orang meski sudah diputar di Tribecca Film Festival pada April 2013 lalu. Namun baru pada akhir tahun Big Bad Wolves mulai banyak dibicarakan setelah Quentin Tarantino menyebut film ini

OLDBOY (2013)

Membuat remake bisa dibilang bukanlah keputusan yang "bijak", apalagi jika film aslinya adalah film legendaris, salah satu yang terbaik atau bahkan sebuah cult. Pengecualian mungkin ada pada Evil Dead tapi itupun karena Sam Raimi si pembuat film aslinya terlibat sehingga para fans tidak terlalu menghujak pembuatan film tersebut. Maka dari itu pembuatan remake bagi Oldboy milik Park Chan-wook

PENGKHIANATAN G 30 S/PKI (1984)

Sampai sekarang film Pengkhianatan G 30 S/PKI adalah film paling kontroversial yang pernah ada di perfilman tanah air. Dibuat dengan sokongan dari pemerintahan Orde Baru, film ini dianggap sebagai sebuah propaganda dari pihak pemerintah kepada masyarakat berkaitan dengan pemberontakan yang dilakukan oleh PKI pada 30 September 1965 dimana film ini menceritakan kejadian tersebut berdasarkan

DELICATESSEN (1991)

Ini adalah debut penyutradaraan dari Jean-Pierre Jeunet yang paling dikenal lewat Amelie, sebuah film Prancis yang berhasil meraih lima nominasi Oscar termasuk Best Original Screenplay yang ditulis sendiri oleh Jean-Pierre. Tapi dalam Delicatessen Jean-Pierre tidak sendirian karena ada Mar Caro yang juga menjadi sutradara. Naskah film inipun hail tulisan keduanya. Dari judul filmnya yang

HER (2013)

Spike Jonze akan selalu dikenal lewat film-filmnya yang absurd macam Being John Malkovich dan Adaptation dimana kedua film tersebut merupakan kolaborasinya dengan penulis naskah Charlie Kaufman yang memang terkenal dengan naskah surealnya dan sering berkolaborasi dengan Spike Jonze maupun Michael Gondry. Usaha pertama Spike Jonze dalam membuat film tanpa naskah dari Kaufman lewat Where the

STRANGER BY THE LAKE (2013)

Jika Blue is the Warmest Color yang berkisah tentang pasangan lesbian berhasil memenangkan Palme d'Or, maka Stranger by the Lake yang berceritan tentang sepasang gay berjaya di Un Certain Regard setelah Alain Guiraudie menjadi Best Director. Kedua film ini memang terasa punya kemiripan dari segi tema namun sesungguhnya berbeda. Keduanya sama-sama mengangkat hubungan sesama jenis yang dibumbui

DOGTOOTH (2009)

Film karya Yorgos Lanthimos ini adalah film yang menjadi perwakilan Yunani dalam ajang Oscar tahun 2010 dan berhasil menjadi nominasi walaupun pada akhirnya kalah oleh In A Better World yang bagi saya sama sekali tidak spesial. Selain mendapat nominasi Oscar, Dogtooth juga berhasil meraih kemenangan di kateogir Un Certain Regard pada Cannes Film Festival tahun 2009. Meski punya judul yang

ARISAN! (2003)

Salah satu hal yang paling sering menjadi alasan saya untuk menonton kembali film-film yang sudah saya tonton dulu adalah guna melihat kembali apakah film tersebut masih bagus ditonton setelah lewat bertahun-tahun. Kemudian jika film itu adalah film lokal yang mengangkat sebuah isu tertentu, menarik juga untuk melihat apakah ceritanya masih relevan pada zaman sekarang. Hal itulah yang

DALLAS BUYERS CLUB (2013)

Ada masa dimana seorang Matthew McConaughey hanya identik dengan ketampanan wajahnya serta kebiasaannya yang konon selalu tampil topless memperlihatkan tubuh kekarnya dalam film-film miliknya. Banyak yang sadar bahwa ia punya bakat tapi saya rasa tidak akan ada yang mengira bahwa ia akan dengan begitu cepat melesat menjadi jajaran aktor papan atas yang bahkan tahun ini menjadi kandidat kuat

SHORT TERM 12 (2013)

Short Term 12 adalah sebuah film yang diangkat dari sebuah film pendek berjudul sama buatan Destin Daniel Cretton. Film pendek itu sendiri berhasil mendapatkan Jury Prize for U.S. Short Filmmaking di Sundance Film Festival 2009. Empat tahun berselang Daniel Cretton merilis film panjangnya yang kembali ia sutradarai dan tulis sendiri naskahnya. Dengan bujet tidak sampai $1 juta film ini

KILLERS (2014)

Cukup lama juga semenjak Mo Brothers membuat saya terkagum-kagum lewat kegilaan dan kebrutalan yang mereka tampilkan dalam Rumah Dara empat tahun lalu. Lewat film tersebut, mereka membuktikan bahwa Indonesia juga bisa membuat film bergenre slasher yang tidak hanya bagus tapi juga cukup inovatif dan brutal. Jauh lebih brutal dan gila dari mayoritas slasher yang dibuat oleh Hollywood. Selama

COMIC 8 (2014)

Semenjak pertama kali melihat trailer film garapan Anggy Umbara ini saya langsung tertarik. Dengan konsep cerita yang mengusung perampokan bank, jajaran pemainnya yang terdiri dari para comic (stand-up komedian), sampai materi trailer yang begitu lucu berhasi membuat saya memasukkan Comic 8 dalam daftar film Indonesia wajib tonton tahun ini. Lucu. Satu kata itulah yang saya rasakan setelah

CHILDREN OF MEN (2006)

Inilah film yang dibuat Afonso Cuaron tujuh tahun sebelum Gravity yang luar biasa dan dua tahun setelah Prisoners of Azkaban yang jadi film terbaik dalam seri Harry Potter. Diadaptasi dari novel The Children of Men karya P.D. James, film ini sering dianggap sebagai salah satu sci-fi terbaik atau setidaknya film bertemakan distopia terbaik yang pernah ada. Kisahnya sendiri ber-setting pada

THE FOUNTAIN (2006)

Ini adalah film pertama Darren Aronofsky setelah enam tahun dimana sebelumnya terakhir Aronofsky merilis film adalah di tahun 2000 lewat Requiem for a Dream. Jarak yang lama ini disebabkan karena sempat tertundanya proyek The Fountain ini. Pada awalnya Brad Pitt dan Cate Banchett adalah dua orang yang akan bermain disini, namun mundurnya Brad Pitt dan pengurangan bujet yang dilakukan pihak

THE GOOD, THE BAD, THE WEIRD (2008)

Sekilas judulnya memang mengingatkan pada film Sergio Leone yang berjudul The Good, the Bad and the Ugly dan pada kenyataannya film garapan Kim Jee-woon ini memang terinspirasi dari film tersebut. Jika Italia punya spaghetti western kemudian di Jepang ada sukiyaki western, maka Kim Jee-woon menyebtu The Good, the Bad, the Weird sebagai kimchi western. (mungkin suatu hari nanti Indonesia bakal

AUDITION (1999)

Sudah berapa banyak orang atau artikel yang saya baca menyebutkan film Takashi Miike yang satu ini sebagai salah satu film paling disturbing, gila, sadis hingga sebutan-sebutan lain yang pada intinya menyatakan bahwa Audition adalah film sinting yang memang layak mendapat status cult sekaligus salah satu yang terbaik dari seorang Takashi Miike. Diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Ryu