Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

REBEL WITHOUT A CAUSE (1955)

"Dasar anak zaman sekarang!" Selorohan tersebut tentu sudah tidak asing lagi di telinga dan biasanya merujuk pada tingkah laku muda-mudi yang dirasa kurang baik oleh generasi di atas mereka. Masa remaja memang dipenuhi keliaran, kenakalan, bahkan seringkali pemberontakan. Bagaimana sikap tersebut muncul para orang tua hanya bisa "garuk-garuk kepala". Terjadi "pemberontakan tanpa sebab" yang

CARTEL LAND (2015)

Tidak seharusnya kita berhenti menyimpan optimisme teruntuk dunia yang lebih baik. Dunia tanpa kriminalitas, tanpa peperangan, tanpa pertumpahan darah. Namun seringkali harapan itu ditampar oleh kenyataan bahwa hidup ini berjalan membentuk lingkaran tanpa kenal putus. Satu keburukan ditumpas, tak butuh waktu lama untuk muncul benih keburukan berikutnya. It goes on and on and on. Terkesan

THE WOLFPACK (2015)

Anda pernah menonton "Dogtooth"? Film asal Yunani rilisan tahun 2009 itu bercerita tentang orang tua yang mengurung anak-anaknya di dalam rumah dengan alasan bahwa dunia luar terlalu berbahaya. Such a weird and disturbing movie. Wajar bila kita yakin keanehan tersebut tidak mungkin bertempat di kenyataan. Sampai saya menonton "The Wolfpack" karya Crystal Moselle. Dokumenter ini menjadi bukti

LONDON LOVE STORY (2016)

Sejak dulu sinema beserta aktor di dalamnya (baca: selebritas) selalu jadi tempat penonton "jelata" menggantungkan angan. Setelah menjalani penatnya keseharian dunia nyata, orang ingin dibawa melayang di tengah kegemerlapan para selebriti, entah di dalam maupun balik layar. Gemerlap itu berwujud paras rupawan, penampilan trendi, barang mewah, jalan-jalan ke luar negeri dan tentunya cinta

NORM OF THE NORTH (2016)

Hingga saat ini, saya masih bisa menikmati tontonan berpangsa pasar anak-anak. Sebagai contoh saya terhibur menonton "Curious George" berbekal segala kesederhanaan berbalut selipan pembelajarannya. Bahkan jika benar-benar senggang, saya beberapa kali menyaksikan "Teletubbies" di YouTube. Dua acara tersebut adalah contoh tontonan anak yang bagus, mampu menyeimbangkan hiburan dan pendidikan,

THE PROGRAM (2015)

Terungkapnya pemakaian doping oleh Lance Armstrong bukan hanya skandal terbesar dalam sejarah Tour de France, tapi juga olahraga. Dari pahlawan inspiratif Armstrong menjadi pesakitan tatkala ketujuh gelar juaranya (terbanyak sepanjang sejarah) dicabut dan mendapat sanksi larangan mengikuti perlombaan seumur hidup. Kita semua telah mengetahui garis besar kasus tersebut. Sedangkan untuk detail,