Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

VICTORIA (2015)

Saya yakin alasan mayoritas orang ingin menonton film garapan Sebastian Schipper ini adalah teknik single take yang digunakan. Tentu ini bukan sepenuhnya terobosan baru, karena "Victoria" adalah film kedelapan yang memakai teknik serupa. Kisahnya sendiri ber-setting di Berlin, dimana seorang gadis bernama Victoria (Laia Costa) tengah berada di sebuah klub malam. Saat berniat meninggalkan

LOVE & MERCY (2014)

Selalu menyenangkan untuk menikmati suatu hal yang menjauh dari formula standar. Hal tersebut dapat berbentuk film, musik, apapun. Suatu perbedaan telah memberikan poin plus, sebelum akhirnya kita menelisik lebih jauh apakah perbedaan itu berhasil dengan baik atau tidak. "Love & Mercy" karya sutradara Bill Pohland mempunyai pembeda dalam hal struktur cerita yang menjauhkannya dari sajian

JESSICA JONES: SEASON 1 (2015)

Setelah "Daredevil" yang mengesankan dengan gritty tone, pendekatan realistis, serta character development mendalam khususnya pada sosok villain, wajar jika penonton begitu mengantisipasi perilisan "Jessica Jones" oleh Netflix. Digawangi oleh Melissa Rosenberg, serial berisikan 13 episode ini berkisah mengenai sang titular character yang berpofresi sebagai private investigator. Jessica Jones

THE GOOD DINOSAUR (2015)

"Inside Out" adalah masterpiece dari Pixar. Tidak hanya menandai kebangkitan studio animasi tersebut, tapi juga salah satu karya terbaik mereka. Karena itu "The Good Dinosaur" mengemban misi maha berat, karena dirilis tidak hanya setelah, tapi juga di tahun yang sama (hanya berjarak sekitar lima bulan). Ekspektasi penonton bakal setinggi langit, dan sejarah mencatat seorang Nolan dalam The

SKAKMAT (2015)

Tahun ini Ody C Harahap telah menyutradarai "Kapan Kawin?" sedangkan Salman Aristo menulis naskah untuk "Mencari Hilal". Kedua film tersebut layak dimasukkan dalam daftar film Indonesia terbaik 2015. Hal itulah yang membuat kolaborasi mereka dalam "Skakmat" cukup mengundang rasa penasaran. Belum lagi ditambah jajaran pemain yang tengah menjadi "hot property" perfilman tanah air, sebut

THE ASSASSIN (2015)

Inilah film yang membawa Hou Hsiao-Hsien meraih penghargaan "Best Director" pada ajang Cannes Film Festival tahun 2015 ini. Bukan hanya itu, "The Assassin" juga dikirim sebagai perwakilan Taiwan untuk Oscar 2016. Meski mengusung judul yang berarti "pembunuh", filmnya tidak akan berfokus di ranah thriller maupun aksi kebanyakan film wuxia. Hsiao-Hsien memilih pendekatan artsy puitis layaknya

THE HUNGER GAMES: MOCKINGJAY - PART 2 (2015)

Ingat ketegangan berintensitas tinggi yang mewarnai dua film pertama? It's gone. Ingat kepribadian Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) si jagoan wanita badass yang penuh semangat berapi-api? It's gone. Ingat momen dimana franchise ini dipenuhi karakter unik yang menarik? It's gone. Ingat semua hal yang membuat "The Hunger Games" menjadi salah satu film adaptasi novel young adult terbaik?

THE STANFORD PRISON EXPERIMENT (2015)

Banyak muncul perdebatan mengenai tendensi seseorang untuk berbuat tindak kejahatan. Apakah tindakan tersebut didorong oleh kepribadian asli sang pelaku? Atau semata-mata karena pengaruh situasi yang memungkinkan? Film hasil penyutradaraan Kyle Patrick Alvarez ini diangkat dari sebuah eksperimen nyata yang dilakukan guna menelusuri hal di atas. "Stanford Prison Experiment" yang diadakan pada

THE VISIT (2015)

It's been more than a decade since M. Night Shyamalan made a descent movie ("The Village" isn't that bad!). Once hailed as one of the most promising director, nama sang sutradara kini tak ubahnya lelucon pasca membuat empat film yang secara konsisten mengalami degradasi kualitas. Sulit rasanya untuk percaya bahwa kehebatan itu masih dimiliki oleh Shyamalan. Lalu datanglah "The Visit", sebuah

AMERICAN HORROR STORY: HOTEL (EPISODE 4 - 7)

Berikut adalah review untuk "American Horror Story: Hotel" episode 4 sampai 7. Untuk ulasan episode 1 sampai 3 dapat dibaca disini. 4 - DEVIL'S NIGHT Episode spesial Halloween selalu menjadi highlight bagi serial ini. "Devil's Night" pun menawarkan premis yang menjanjikan hal serupa. Setahun sekali tiap malam Halloween, James March mengadakan pesta makan malam yang dihadiri beberapa tamu

MISSISSIPPI GRIND (2015)

Pada dasarnya, "Mississippi Grind" adalah addiction drama yang berfokus pada kecanduan terhadap judi. Tapi duo sutradara sekaligus penulis naskah Anna Boden dan Ryan Fleck coba menambahkan beberapa layer dalam alur untuk menghindari kesan klise. Sebuah drama mengenai candu pastilah memiliki seorang tokoh yang "jatuh" karena adiksi tersebut. Pada film ini, kita menemukannya dalam diri Gerry (

NAY (2015)

Begitu trailer dan sinopsis resminya dirilis, banyak pihak berkomentar bahwa karya penyutradaraan terbaru Djenar Maesa Ayu ini menjiplak "Locke" yang dibintangi Tom Hardy. Anggapan yang wajar sesungguhnya, karena konsep pengemasan "Nay" memang serupa. Kedua film sama-sama hanya memperlihatkan satu karakter yang tengah melakukan perjalanan dengan mobilnya di malam hari sambil menelepon

HEAVEN KNOWS WHAT (2014)

This movie by Ben Safdie and Joshua Safide is in the same realm with "Requiem For A Dream". It's dark, hard to watch and more importantly, doesn't glamorize the drugs itself. Perbedaan antara "Heaven Knows What" dengan karya Darren Aronofsky tersebut adalah penyajian kekacauan pada tokoh yang lebih berpijak pada realisme tanpa harus kehilangan nuansa "horor". Saya menyukai pilihan berutur itu,

PIKU (2015)

Hubungan anak dan orang tua bisa menjadi rumit seiring bertambahnya usia masing-masing. Sang anak beranjak dewasa ingin memilih jalan hidupnya sendiri, sedangkan orang tua mulai memasuki usia lanjut dengan keterbatasan fisik, membuatnya semakin butuh bantuan orang lain. Anak ingin bebas, tapi orang tua tentu memberi arahan yang tak jarang berisi paksaan. Pertambahan usia orang tua membuat sang

NOMINASI FESTIVAL FILM INDONESIA (FFI) 2015

Sempat saya hilang kepercayaan terhadap ajang penghargaan film yang (katanya) paling prestisius di Indonesia ini. Namun tahun 2014 lalu mulai terlihat sedikit titik terang dalam penyelenggaraan, khususnya pada aspek nominasi serta para pemenang. Maka dengan harapan dunia perfilman (termasuk ajang penghargaan) Indonesia semakin membaik, perhatian saya kembali tersita pada FFI tahun 2015 ini.

BADOET (2015)

Bayangkan anda dalam kondisi kehausan saat cuaca terik siang hari bolong. Niscaya segelas kecil air putih biasa akan terlihat begitu menggoda. Kehausan seperti itulah yang sedang saya dan penonton Indonesia umumnya rasakan terhadap film horor. Era keemasan horor esek-esek bermodal tetek dan pantat memang telah berakhir. Horor busuk yang digarap secara asal pun tak lagi mendominasi puncak Box

MY TOP 10 JAMES BOND THEME SONGS

Sama seperti unsur lain, theme song merupakan aspek penting yang telah menjadi ciri franchise James Bond. Jika dalam film kebanyakan soundtrack bagus adalah "bonus", tidak untuk Bond. Penonton akan jauh lebih kritis menanggapi perilisan lagu yang nanti akan mengiringi credit title filmnya (another important and iconic aspect). Tidak hanya wajib memiliki kualitas bagus, lagu tersebut harus pula

TANGERINE (2015)

Film karya sutradara Sean S. Baker ini mencuri perhatian banyak pihak karena seluruh proses pengambilan gambarnya menggunakan iPhone 5s. Baker melakukan itu akibat keterbatasan bujet yang bahkan tidak cukup untuk sekedar memakai kamera DSLR. Berbekal iPhone milik sang sutradara, beberapa aplikasi video dan sebuah steadicam, terciptalah "Tangerine", film berbujet $100 ribu yang menghebohkan

MR. HOLMES (2015)

Sudah begitu banyak versi Sherlock Holmes muncul di layar lebar. Tepatnya 254 film hingga tahun 2012. Lebih dari 30 aktor telah memerankan sosok detektif fiktif paling terkenal ini. Jumlah itu belum menghitung serial televisi yang jumlahnya pun tidak sedikit. Meski digambarkan dalam beragam versi termasuk seorang remaja pada Young Sherlock Holmes (1982), tetap ada kesamaan dalam penggambaran

THE DEAL (2015)

Kualitas tidak berbanding lurus dengan originalitas. Tengok saja Quentin Tarantino yang gemar mencomot berbagai aspek seperti pengadeganan, sinematografi, hingga karakter dari film-film lain. Tidak jarang karya Tarantino bagaikan montase berisikan carbon copy. Kelebihan utama Tarantino memang bukan terletak pada originalitas, melainkan pengetahuan bagus/tidaknya sebuah film/adegan. Karena

TRAINWRECK (2015)

Terdapat perbedaan mendasar antara "naskah bagus" dengan "naskah berkonsep bagus". Trainwreck yang ditulis oleh Amy Schumer termasuk yang kedua. Secara konseptual, menukar peran gender sebagai perwujudan feminisme adalah ide brilian, khususnya dalam ranah komedi romantis yang identik dengan plot dangkal. Tapi eksekusi hasil akhirnya tidak sebaik itu. Karakter utama yang bertugas menghantarkan

SPECTRE (2015)

Ada hype begitu besar mengiringi perilisan Spectre. Sebuah kewajaran mengingat statusnya sebagai follow-up dari Skyfall yang disebut banyak pihak sebagai film Bond terbaik sepanjang masa. Sam Mendes kembali sebagai sutradara dan tentu saja Daniel Craig masih melanjutkan peran menjadi James Bond. Tapi faktor antusiasme terbesar publik adalah kembalinya orgaisasi legendaris Spectre yang terakhir

THE LITTLE PRINCE (2015)

Novelet The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery yang menjadi dasar adaptasi film ini berada di urutan ketiga dalam daftar buku yang paling banyak dialih bahasakan di seluruh dunia (lebih dari 250 bahasa dan dialek, termasuk braille). Penjualan mencapai 140 juta eksemplar di seluruh dunia turut menempatkannya di urutan keempat daftar buku paling laris sepanjang masa. This isn't just a

A PIGEON SAT ON A BRANCH REFLECTING ON EXISTENCE (2014)

Judul panjang film ini diambil oleh sang sutradara Roy Andersson dari lukisan The Hunters in the Snow karya Pieter Bruegel the Elder. Lukisan tersebut menggambarkan daerah pedesaan pada musim salju dengan beberapa burung tengah bertengger di pepohonan. Andersson membayangkan bahwa burung-burung itu sedang mengamati orang-orang di bawahnya dan berpikir apa yang sedang mereka lakukan. Film yang

RESULTS (2015)

Physical, mental, emotional and spiritual. Kombinasi dari pemaksimalan terhadap keempat sisi tersebut niscaya akan membuat seorang manusia mendekati kesempurnaan. Trevor (Guy Pearce) adalah pemilik sebuah gym di Austin, Texas yang selalu mendorong tiap kliennya untuk mencapai hal tersebut. Dia tak ubahnya seorang motivator penuh kata-kata bijak nan inspiratif. Maka saat Danny (Kevin Corrigan)

GOODNIGHT MOMMY (2014)

Disaat negara lain mengirimkan drama arthouse atau film bersifat kultural, mengapa Austria justru menjadikan horor sebagai perwakilan mereka untuk Oscar tahun depan? Sebegitu kekurangan film baguskah negara itu? Bukan bermaksud memandang horor dengan sebelah mata, tapi genre satu ini jelas bukan "primadona" Oscar. Goodnight Mommy diawali dengan penampilan paduan suara menyanyikan Brahms'